Pemkab Lebak Salurkan 34 Truk Isuzu GIGA untuk KDKMP, Hasbi Jayabaya: Dorong Ekonomi Desa

kabarkoperasi.id, Banten – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menyalurkan 34 unit truk operasional ke sejumlah gerai KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) yang telah rampung 100 persen pembangunannya. Armada logistik berupa truk Isuzu GIGA ini digadang-gadang menjadi tulang punggung distribusi barang dan hasil produksi desa.

Meliputi dari TribunBanten.com, Pengadaan kendaraan tersebut berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sektor pangan dan logistik di Kabupaten Lebak.

Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, kepada perwakilan kepala desa (kades) serta ketua KDKMP. Dalam sambutannya, Hasbi menekankan bahwa bantuan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi berbasis desa.

“Ini bukan sekadar bantuan kendaraan, tetapi bagian dari strategi besar untuk memperkuat rantai distribusi desa. Kita ingin ekonomi desa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan mampu bersaing,” ujar Hasbi (7/4/26).

Menurutnya, keberadaan armada logistik akan memangkas hambatan distribusi yang selama ini menjadi kendala utama, terutama dalam pemasaran hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Dengan adanya truk ini, gerai KDKMP tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi pusat distribusi yang aktif. Ini akan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya (7/4/26).

Dorong Efisiensi, Tapi Perlu Pengawasan

Meski demikian, sejumlah pihak menilai program ini perlu diiringi dengan pengawasan dan manajemen yang matang. Pengadaan armada dalam jumlah besar dinilai berpotensi tidak optimal jika tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia dan sistem operasional yang jelas.

Pengamat ekonomi daerah menilai, tantangan utama bukan pada pengadaan kendaraan, melainkan pada tata kelola KDKMP itu sendiri. Tanpa perencanaan distribusi yang terstruktur, truk-truk tersebut berisiko tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, transparansi dalam proses pengadaan juga menjadi perhatian. Keterlibatan pihak swasta seperti PT Agrinas Pangan Nusantara diharapkan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Harapan Jadi Motor Ekonomi Desa

Di sisi lain, pemerintah daerah optimistis program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian desa. Dengan gerai KDKMP yang telah selesai dibangun sepenuhnya, dukungan armada dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat distribusi barang dan jasa.

Hasbi menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola KDKMP, dan masyarakat.

“Kuncinya ada di pengelolaan. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa. Tapi kalau tidak, tentu manfaatnya tidak akan maksimal,” ujarnya (7/4/26).

Pemkab Lebak berharap, kehadiran 34 truk operasional ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan konektivitas logistik desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Ke depan, evaluasi berkala disebut akan dilakukan untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan awal, sekaligus menjawab pertanyaan publik: apakah investasi besar ini benar-benar efektif dalam menggerakkan ekonomi desa, atau justru menjadi beban baru dalam pengelolaan aset daerah.

Sumber: TikTok/ @Tribunbanten.com (2026)

Bagikan