kabarkoperasi.id, Lampung Selatan – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Firdaus di Candipuro, Lampung Selatan, agar memperluas peran ke sektor produksi, industri, dan distribusi.
Dorongan tersebut disampaikan Wamenkop saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Ponpes Al Firdaus, sekaligus mensosialisasikan program KDKMP di Provinsi Lampung.
Dalam riset tim redaksi kabar koperasi, dalam kunjungannya turut hadir wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, jajaran pemerintah daerah, serta pengurus koperasi pondok pesantren Al Firdaus. Farida menegaskan bahwa Kemenkop tidak hanya fokus membangun KDKMP saja, akan tetapi juga terus mendampingi koperasi yang telah lama berdiri, termasuk koperasi pesantren dan koperasi produksi.
Menurutnya, arah pengembangan koperasi ke depan harus lebih kuat di sektor produktif agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota dan masyarakat sekitar.
“Presiden menaruh perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional. Karena itu, koperasi harus masuk ke sektor produksi, distribusi, dan industri agar manfaat ekonominya lebih besar,” ujar Farida.
Koperasi Ponpes Al Firdaus Dinilai Punya Potensi Besar
Wamenkop menilai koperasi ponpes Al Firdaus memiliki peluang besar berkembang sebagai koperasi produsen, terutama karena berada di wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup kuat.
Farida menyoroti Lampung Timur sebagai salah satu daerah sentra komoditas kakao atau coklat yang bisa menjadi basis penguatan koperasi sektor agro.
Menurut Farida, agar koperasi berbasis agro tumbuh lebih cepat, perlu dukungan konkret berupa akses modal, akses pasar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Lampung Timur dikenal sebagai salah satu sentra tanaman kakao, yang harus diperkuat sekarang adalah permodalan, pemasaran, dan kapasitas pengelolaan koperasi,” katanya.
Program Koperasi Desa Merah Putih Terus Dipercepat
Selain meninjau koperasi ponpes Al Firdaus, Wamenkop juga menyampaikan perkembangan program KDKMP, menurutnya program tersebut dirancang menjadi ekosistem ekonomi berbasis masyarakat desa dan kelurahan agar koperasi memiliki jalur distribusi produk koperasi.
“Ekosistem ini dibangun agar koperasi desa kelurahan memiliki akses pasar yang lebih luas dan lebih mudah,” ujarnya.
Lampung Siapkan 2.650 Titik Koperasi Desa Merah Putih
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, Mengungkapkan bahwa perkembangan KDKMP di Lampung menunjukan antusiasme yang sangat tinggi, beliau menyebutkan secara keseluruhan terdapat 2.650 titik KDKMP yang direncanakan terbesar di seluruh provinsi Lampung.
“Hingga pekan lalu sudah ada 174 titik yang selesai, jumlahnya kemungkinan terus bertambah,” kata Evie.
Khususnya di Lampung Timur, terdapat 564 titik KDKMP, dari jumlah tersebut sebanyak 264 titik saat ini sudah memasuki proses pembangunan, Evie menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukan bahwa program KDKMP mendapat sambutan positif sebagai penggerak ekonomi desa.
Tim redaksi kabar koperasi juga menilai, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Koperasi Ponpes Al Firdaus koperasi produksi, serta KDKMP di Lampung diharapkan mampu memperkuat sektor produksi, memperluas distribusi, dan menopang ketahanan pangan nasional.
Sumber: TikTok/ @Farida Farichah (2026)


