Jumlah Koperasi Indonesia Terbesar di ASEAN, Tapi Mengapa Malaysia dan Singapura Lebih Unggul? 

kabarkoperasi.id, Jakarta – Perkembangan koperasi di Asia Tenggara pada 2025 menunjukkan tren yang semakin positif. Di Tengah tantangan ekonomi global, koperasi di kawasan ASEAN justru berkembangan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat, mendorong pembiayaan usaha kecil, hingga menopang sektor perdagangan dan pertanian.

Hasil riset tim redaksi kabarkoperasi.id, berdasarkan data ASEAN Co-operative Organisation (ACO), kawasan Asia Tenggara saat ini memiliki kurang lebih 300.000 koperasi dengan total 65,7 juta anggota, dilihat dari ekonomi, koperasi di kawasan ini diperkirakan berkontribusi sekitar 300 miliar dollar AS atau hampir 10 persen dari total produksi domestik bruto (PDB) regional ASEAN.

Data ini menunjukan bahwa koperasi di Asia Tenggara kini tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam tradisional, melainkan telah berkembangan menjadi bagian dari sistem ekonomi produktif.

Sistem Koperasi di negara-negara Asia Tenggara

Setiap negara di Asia Tenggara memiliki model pengembangan koperasi yang berbeda, menyesuaikan struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakatnya masing-masing. Tim redaksi kabarkoperasi.id menemukan data-data terkait koperasi di Asia Tenggara, berikut datanya:

Negara Malaysia: Koperasi dengan skala usaha besar

Malaysia menjadi salah satu negara dengan sistem koperasi yang relatif matang di kawasan Asia Tenggara.

Data Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM) mencatat, hingga akhir 2024 terdapat 16.284 koperasi dengan sekitar 7,2 juta anggota, dengan total aset koperasi Malaysia mencapai 173,3 miliar ringgit, sehingga omzet tahunan tercatat sebesar 68,1 miliar ringgit. Koperasi Malaysia banyak bergerak pada sektor:

  • Jasa keuangan
  • Koperasi Konsumen
  • Investasi
  • Perdagangan

Kekuatan utama koperasi Malaysia terletak pada pengawasan regulator yang terpusat, sistem pelaporan yang rapi, serta skala bisnis yang relatif besar.

Negara Singapura: Profesional dan berorientasi pasar

Berbeda dari malaysia, koperasi di Singapura berkembanhan dengan model yang lebih modern dan korporatif, sebagian besar koperasi di Singapura bergerak di sektor:

  • Ritel
  • Koperasi tenaga kerja
  • Layanan sosial
  • Koperasi konsumen

Jumlah koperasi di Singapura memang tidak sebanyak negara lainnya di Asia Tenggara. Akan tetapi, koperasi di negara ini dikenal memiliki efisiensi manajemen tinggi, tata kelola profesional, dan kemampuan bersaing di pasar urban modern.

Thailand, Vietnam, dan Filipina: Kuat di sektor pertanian dan desa

Thailand, Vietnam, dan Filipina, koperasi masih menjadi pilar utama pembangunan ekonomi pedesaan, koperasi di tiga negara tersebut banyak berkembang di sektor:

  • Pertanian
  • Perikanan
  • Kredit rakyat
  • Usaha mikro desa.

Peran koperasi di negara-negara ini sangat penting dalam penguatan petani kecil, distribusi hasil produksi, dan peningkatan ekonomi lokal.

Perbedaan Koperasi Indonesia dengan negara ASEAN

Indonesia dikenal sebagai negara dengan basis koperasi yang sangat besar. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, terdapat beberapa perbedaan mendasar.

1. Indonesia unggul dari sisi jumlah koperasi, Indonesia memiliki jumlah koperasi yang sangat besar dan tersebar hingga tingkat desa. Namun, sebagian besar koperasi di Indonesia masih berada pada skala mikro dan kecil. Kondisi ini berada dengan Malaysia, yang jumlah koperasinya lebih sedikit tetapi memiliki nilai aset dan omzet per koperasi yang lebih tinggi.

2. Fungsi sosial koperasi Indonesia lebih dominan, secara historis, koperasi di Indonesia lahir sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat. Karena itu, koperasi di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai sarana:

  • Pemberdayaan masyarakat
  • Pembiayaan usaha mikro
  • Penguatan ekonomi desa.

Penguatan ekonomi desa yang saat ini sedang menjadi target utama dengan meluncurkan program KDKMP yang nantinya gerai tersebut akan menjadi penggerak ekonomi desa, dengan membuka gerai KDKMP sebanyak 80.000 gerai di tahun ini.

3. Tata kelola koperasi negara tetangga lebih terintegrasi, Malaysia dan Singapura memiliki sistem pengawasan koperasi yang lebih terpusat dan terdigitalisasi, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam:

  • Modernisasi manajemen
  • konsolidasi data koperasi
  • Digitalisasi layanan
  • Peningkatan kualitas kelembagaan.
Bagikan