kabarkoperasi.id, Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama strategis dengan SCO-ETEC guna mengembangkan potensi ekonomi sektor perikanan dan kelautan melalui koperasi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Kerja sama tersebut mencakup enam bidang utama yang berfokus pada penguatan ekosistem industri perikanan berbasis koperasi, mulai dari pengembangan energi hingga infrastruktur pendukung sektor maritim.
Adapun enam MoU yang disepakati meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya untuk koperasi, pembangunan pabrik es dan cold storage, pengembangan gudang ikan modern, pemberdayaan galangan kapal berbasis koperasi, penguatan kelembagaan dan kapasitas usaha koperasi perikanan, serta sinergi pengembangan kawasan perikanan terpadu.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping yang sebelumnya telah membahas kolaborasi di berbagai sektor, khususnya ekonomi.
Menurut Ferry, fokus utama kolaborasi ini adalah mengoptimalkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan Indonesia melalui pendekatan koperasi, sekaligus membangun industri pendukung yang terintegrasi.
“Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong pengembangan sektor perikanan dan kelautan, termasuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan,” ujar Ferry usai acara penandatanganan (20/3/26).
Dalam implementasinya, SCO-ETEC bersama sejumlah perusahaan mitra dari Tiongkok akan berperan dalam pembangunan fasilitas strategis seperti pabrik es, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala kecil. Fasilitas tersebut direncanakan akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ferry menilai, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan perairan. Sektor perikanan pun dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan serius berupa tingginya angka kemiskinan di wilayah pesisir, yang justru memiliki sumber daya melimpah. Oleh karena itu, optimalisasi potensi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini diharapkan kapasitas sektor perikanan dapat meningkat sekaligus membantu menekan bahkan menghapus kemiskinan di desa pesisir, khususnya di kalangan nelayan,” tegasnya (20/3/26).
Kemenkop, lanjut Ferry, berkomitmen untuk mengawal implementasi kerja sama ini agar berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar bagi produk-produk koperasi.
“Kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan akses pasar yang lebih luas, baik untuk produk koperasi maupun non-koperasi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pengembangan kawasan perikanan modern berbasis koperasi yang terintegrasi dan dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Ke depan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak,” katanya (20/3/26).
Sementara itu, Ketua Umum SCO-ETEC, Yang Zijun, menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan sektor perikanan dan ekonomi rakyat di Indonesia, khususnya di bidang kemaritiman.
Ia juga mengapresiasi program strategis yang digagas Presiden Prabowo, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut Yang, program tersebut mencerminkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan memberikan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
“Program ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga kami semakin yakin terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujarnya (20/3/26).
Ia menambahkan, kerja sama yang telah disepakati diyakini akan memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin.
Ke depan, pihaknya juga berencana melakukan penjajakan lebih lanjut guna memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk perikanan, kawasan industri, pertanian, dan logistik.
“Kami siap mempelajari lebih dalam kondisi investasi dan kebutuhan pasar di Indonesia serta berdiskusi dengan berbagai pihak untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” kata Yang (20/3/26).
sumber: kop.go.id (2026)


