kabarkoperasi.id, Sumedang – Minat generasi muda terhadap koperasi mulai menunjukan perkembangan positif. Hal ini terlihat dalam kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda bertajuk “Coop Movement: Better Cooperative, Better Indonesia” yang berlangsung di Ikopin University, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dan diikuti ratusan mahasiswa.
Dalam analisis tim redaksi kabarkoperasi.id, acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah baru koperasi kepada anak muda. Koperasi yang selama ini kerap dianggap tradisional kini mulai dikenalkan sebagai sektor ekonomi modern yang mampu membuka banyak peluang.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto mengatakan bahwa edukasi mengenai koperasi perlu terus diperkuat, terutama dikalangan Gen Z yang saat ini dinilai masih kurang memahami konsep dan peran koperasi.
Menurutnya, keberadaan generasi muda sangat menentukan masa depan koperasi di Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan mereka perlu didorong agar koperasi dapat bertahan sekaligus berkembang mengikuti zaman.
“kami ingin anak muda lebih dekat dengan koperasi karena merekalah yang nantinya akan melanjutkan dan memperkuat gerakan koperasi di Indonesia,” kata Krisdianto.
Beliau menjelaskan, LPDB Koperasi terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menjalankan program Inkubator LPDB bersama 15 lembaga inkubator yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Tidak hanya itu, LPDB juga mulai memperbesar dukungan pembiayaan kepada koperasi yang berhubungan dengan komunitas dan organisasi anak muda.
Dalam kesempatan tersebut, Krisdianto turut menyinggung program KDKMP yang saat ini terus diperkuat pemerintah.
Beliau menyebutkan, LPDB masih terus menindaklanjuti pengajuan pembiayaan dari KDKMP sesuai aturan dalam Peraturan Menteri Koperasi Nomor 09 Tahun 2025. Krisdianto menilai koperasi dapat menjadi solusi bagi generasi muda menghadapi tantangan ekonomi global karena dibangun atas prinsip keterbukaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
“Melalui koperasi, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menciptakan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Disisi lain, Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destriana Sari, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang koperasi.
Menurut Destry, kampus dapat menjadi tempat lahirnya inovasi, ide bisnis, dan kepemimpinan baru yang mampu membawa koperasi lebih maju. beliau mengatakan koperasi bukan hanya sarana ekonomi masyarakat, tetapi juga instrumen untuk memperkuat pemerataan kesejahteraan.
Destry pun mengajak mahasiswa agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, melainkan mulai berpikir menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan koperasi.
“koperasi memberi peluang bagi anggotanya untuk tumbuh bersama dan membangun usaha yang manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.” kata Destry.
Ia juga mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pengembangan KDKMP melaui berbagai program kampus, seperti KKN, penelitian, hingga pengembangan usaha berbasis koperasi sesuai potensi daerah.
Tim redaksi kabarkoperasi.id meniai kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa koperasi perlahan kembali mendapat tempat dihati generasi muda. Dengan pendekatan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi, koperasi kini dinilai mampu menjadi alternatif sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
sumber: rri.co.id (2026)


