kabarkoperasi.id, Lamongan — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mematangkan kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis desa. Sebanyak 101 gerai dan gudang KDKMP telah dinyatakan siap menerima kendaraan operasional yang akan menunjang aktivitas distribusi dan layanan koperasi, Kabupaten Lamongan menjadi Kabupaten pertama yang menerima kendaraan operasional di Indonesia.
Setiap koperasi akan difasilitasi kendaraan operasional yang terdiri atas satu unit truk roda enam, satu unit pick up Cendrawasih 4×4, serta dua unit motor roda tiga berbak. Armada ini disiapkan untuk memperlancar distribusi barang, pengangkutan hasil pertanian, hingga mendukung aktivitas logistik koperasi di wilayah pedesaan yang memiliki tantangan aksesibilitas.
Bupati Lamongan, Yuhrounur Efendi, menegaskan bahwa kesiapan KDKMP tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi tersebut.
“Kami berkonsolidasi internal di masing-masing, sekaligus penyiapan skill kepada para karyawan koperasi yang direkrut oleh koperasi tersebut,” ujar Yuhrounur (25/3/26).
Menurut dia, peningkatan keterampilan ini mencakup kemampuan manajemen koperasi, pengelolaan logistik, hingga pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dinilai penting agar koperasi dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Kesiapan tersebut, lanjutnya, sudah mulai terlihat di sejumlah desa. Salah satunya di Desa Sukorejo, di mana satu unit truk roda enam, satu unit pick up Cendrawasih 4×4, dan dua unit motor roda tiga telah tiba pada Selasa (17/3) dan siap digunakan untuk kegiatan operasional koperasi.
Selain sebagai sarana distribusi, keberadaan kendaraan ini juga diharapkan mampu mempercepat proses penyerapan hasil produksi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dengan demikian, rantai pasok menjadi lebih efisien dan nilai tambah produk lokal dapat meningkat.
Yuhrounur menilai, kehadiran KDKMP menjadi langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung dari tingkat desa. Terlebih, Kabupaten Lamongan dalam waktu dekat akan memasuki masa panen raya.
“Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan sangat berguna untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Terlebih sebentar lagi Lamongan akan memasuki panen raya, sehingga diperlukan gudang dan offtaker yang mumpuni,” kata dia (25/3/26).
Ia menjelaskan, keberadaan 101 gerai dan gudang KDKMP akan berperan sebagai pusat pengumpulan, penyimpanan, hingga distribusi hasil panen. Dengan dukungan offtaker yang kuat, petani diharapkan tidak lagi kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya.
Lebih lanjut, Pemkab Lamongan juga mendorong sinergi antara koperasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, distributor, dan sektor industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Di sisi lain, kehadiran KDKMP juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru di desa. Rekrutmen tenaga kerja lokal untuk pengelolaan koperasi menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.


