Tuai Kontroversi, Gerai KDKMP di Tumenggungan Dinilai Salah Pilih Lokasi karena Hadap Pemakaman

kabarkoperasi.id, Lamongan – Pembangunan gerai KDKMP di Kelurahan Tumenggungan, Kabupaten Lamongan mulai menjadi perhatian warga sekitar. Selain berada tepat berhadapan dengan area pemakaman umum, pengunjung juga disebut harus berjalan sekitar 100 meter dari jalan raya untuk mencapai lokasi gerai. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait pemilihan lokasi usaha yang dianggap kurang strategis dan kurang nyaman bagi calon pembeli.

Analisa tim redaksi kabarkoperasi.id menilai Sejumlah warga menilai keberadaan pemakaman tepat di tempat gerai dapat mempengaruhi minat konsumen untuk datang. Apalagi, sebagai masyarakat Indonesia masih memiliki pertimbangan psikologis dan budaya tertentu terhadap lokasi usaha yang berdampingan langsung dengan area pemakaman.

“Kalau untuk usaha dagang, lokasi itu biasanya dicari yang ramai dan nyaman. Kalau depan pemakaman, pasti ada sebagian orang yang berpikir dua kali untuk mampir,” ujar salah satu netizen di salah satu postingan.

Selain faktor lokasi yang berhadapan dengan pemakaman, akses menuju gerai juga dinilai kurang mendukung, pengunjung juga harus berjalan cukup jauh dari tepi jalan raya menuju bangunan utama, sehingga dianggap kurang praktis, terutama bagi pembeli lansia atau pengunjung yang datang saat cuaca panas maupun hujan.

Di sisi lain, warga juga mempertanyakan potensi keramaian gerai tersebut di masa mendatang. Beberapa menilai lokasi yang berada agak masuk dari jalan utama yang membuat keberadaan gerai kurang terlihat oleh pengguna jalan terlebih adanya pemakaman yang membuat keberadaan gerai kurang terlihat oleh pengguna jalan yang melintas.

Padahal, menurut warga sebagian besar usaha ritel modern biasanya memilih lokasi yang mudah terlihat dan dapat langsung diakses kendaraan tanpa harus berjalan jauh. kondisi berbeda justru terlihat pada pembangunan gerai KDKMP ini dinilai kurang memperhatikan faktor kenyamanan pengunjung.

Tidak sedikit netizen yang meragukan apakah gerai tersebut nantinya mampu menarik pembeli dalam jumlah besar. Apalagi, suasana sekitar area pemakaman dinilai cenderung sepi pada waktu-waktu tertentu sehingga dikhawatirkan mengurangi daya tarik lokasi usaha.

“Kalau malam atau sore suasananya pasti berbeda, orang mungkin mikir dulu sebelum datang, apalagi kalau sendirian,” kata netizen lainnya.

Selain itu, minimnya area peneduh menuju lokasi gerai juga menjadi sorotan. Pengunjung yang datang harus berjalan kaki dari pinggir jalan tanpa fasilitas pelindung dari panas maupun hujan. Kondisi ini disebut bisa menjadi kendala tambahan bagi konsumen.

Menurut tim redaksi kabarkoperasi,id, Sebagai masyarakat berharap pihak pengelola dapat melakukan evaluasi sebelum gerai mulai beroperasi penuh. Penataan akses masuk, pencahayaan area sekitar, hingga konsep desain gerai dinilai perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kesan sepi dan kurang nyaman.

Hingga kini, gerai sudah siap digunakan hanya tinggal untuk memulai pengoperasiannya saja. Meski demikian, perdebatan soal ketepatan lokasi diperkirakan masih akan terus menjadi pembahasan di tengah masyarakat sekitar.

sumber: Tiktok/ @pojoksatu.id

Bagikan