kabarkoperasi.id. Jakarta – Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi pada Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Panel Barus, mengatakan pemerintah mendorong pengembangan model bisnis hilirisasi kelapa sawit rakyat yang berbasis koperasi.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran koperasi sebagai instrumen utama dalam pengelolaan usaha perkebunan sawit rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani sawit mandiri.
Menurut Panel, selama ini banyak petani sawit rakyat yang hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah di sektor hulu. Akibatnya, potensi nilai tambah dari industri turunan kelapa sawit belum sepenuhnya dinikmati oleh para petani.
“Melalui pengembangan model bisnis hilirisasi sawit rakyat berbasis koperasi, para petani sawit mandiri diharapkan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah di sektor hulu, tetapi juga mampu meraih nilai tambah ekonomi dari berbagai produk turunan kelapa sawit,” ujar Panel (10/3/26).
Ia menambahkan, koperasi dipandang sebagai wadah yang tepat untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus mengelola usaha secara kolektif dan berkelanjutan.
Koperasi sebagai Instrumen Bisnis Utama
Panel menjelaskan bahwa dalam skema tersebut, koperasi akan berperan sebagai instrumen bisnis utama yang mengelola proses hilirisasi produk kelapa sawit rakyat.
Dengan adanya sistem tersebut, petani tidak hanya menjual hasil panen berupa tandan buah segar, tetapi juga dapat terlibat dalam pengolahan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Dengan menjadikan koperasi sebagai instrumen bisnis utama, petani memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari rantai nilai industri kelapa sawit, tidak hanya berhenti pada tahap produksi bahan mentah,” kata Panel (10/3/26).
Ia menilai penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan.
Perkuat Kelembagaan dan Stabilitas Harga
Lebih lanjut, Panel mengatakan penguatan model bisnis hilirisasi ini juga dirancang agar koperasi mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi rakyat yang kokoh dan berdaya saing.
Koperasi diharapkan dapat berperan dalam menjamin penyerapan hasil panen petani, menjaga stabilitas harga, serta memperluas akses pasar bagi produk kelapa sawit rakyat.
“Penguatan model bisnis hilirisasi ini dirancang agar koperasi mampu bertransformasi menjadi koperasi milik rakyat yang kokoh, yang tidak hanya menjamin penyerapan hasil panen petani, tetapi juga mampu menstabilkan harga dan memperluas jaringan pasar hingga ke tingkat global,” ujarnya (10/3/26).
Dorong Akses Pasar yang Lebih Luas
Panel menambahkan bahwa dengan penguatan koperasi dan pengembangan hilirisasi, produk kelapa sawit rakyat diharapkan dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis koperasi serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit mandiri di berbagai daerah di Indonesia.
“Ke depan, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di sektor perkebunan sawit, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk turunan yang dihasilkan oleh petani,” kata Panel (10/3/26).
Dengan adanya pengembangan model bisnis hilirisasi berbasis koperasi ini, pemerintah berharap para petani sawit rakyat tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi juga dapat menikmati manfaat ekonomi yang lebih besar dari industri kelapa sawit.
sumber: TikTok/ @panelbarus (2026)


