Raker Kemenkop Bertema “Unity Build Strength”, Bahas Penguatan SDM dan Progres 26.484 Gerai KDKMP

kabarkoperasi.id, Bogor — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar rapat kerja (raker) bertema “Unity Build Strength” di Bogor, Jawa Barat, guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan dalam mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta pengembangan koperasi eksisting.

Rapat kerja tersebut menjadi momentum konsolidasi internal untuk memastikan kesiapan organisasi dalam mendukung percepatan implementasi program prioritas nasional di sektor koperasi.

Tenaga Ahli Kementerian Koperasi, Zulfikar Dachlan, menegaskan bahwa penguatan SDM dan tata kelola kelembagaan menjadi kunci keberhasilan program strategis tersebut.

“Tema Unity Build Strength mencerminkan pentingnya soliditas internal. Program sebesar KDKMP membutuhkan SDM yang kompeten, sistem kerja yang terintegrasi, serta koordinasi yang kuat antarunit agar pelaksanaannya konsisten di seluruh Indonesia,” ujar Zulfikar dalam keterangannya di Bogor.

26.484 Gerai KDKMP di Seluruh Indonesia

Salah satu agenda utama dalam raker tersebut adalah paparan progres pembangunan gerai KDKMP secara nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, hingga saat ini terdapat 26.484 unit gerai KDKMP yang telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.

Provinsi Jawa Timur menempati posisi teratas dengan 5.466 unit gerai, disusul Jawa Tengah sebanyak 5.055 unit gerai. Sementara itu, di luar Pulau Jawa, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi yang tertinggi dengan 1.133 unit gerai KDKMP.
Sebaliknya, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah gerai paling sedikit, yakni hanya 5 unit gerai KDKMP.

Menurut Zulfikar, distribusi jumlah gerai tersebut mencerminkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Daerah dengan basis desa yang kuat dan ekosistem koperasi yang aktif cenderung memiliki perkembangan gerai yang lebih pesat. Sementara wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta memiliki struktur ekonomi yang berbeda, sehingga pendekatannya tidak bisa disamakan,” jelasnya.

Penguatan Kelembagaan dan Koperasi Eksisting

Selain membahas pembangunan gerai baru, raker juga menyoroti pentingnya penguatan koperasi yang sudah ada agar tidak tertinggal dalam transformasi program strategis nasional.
Zulfikar menekankan bahwa pengembangan koperasi eksisting harus berjalan beriringan dengan pembangunan KDKMP.

“Kita tidak hanya membangun gerai baru, tetapi juga memperkuat koperasi yang sudah eksis agar mampu beradaptasi dengan model bisnis yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Transformasi kelembagaan menjadi bagian penting dari agenda besar ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas pengurus, digitalisasi sistem, serta peningkatan kualitas manajemen menjadi prioritas dalam memastikan koperasi mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Konsolidasi untuk Percepatan Program Strategis

Rapat kerja tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai tantangan implementasi di lapangan, mulai dari kesiapan infrastruktur, pendampingan teknis, hingga sinkronisasi data antar level pemerintahan.

Zulfikar menegaskan bahwa keberhasilan program KDKMP tidak hanya ditentukan oleh jumlah gerai yang terbangun, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

“Target kuantitatif penting, tetapi yang lebih utama adalah memastikan gerai-gerai tersebut produktif dan memberikan efek berganda bagi ekonomi desa dan kelurahan. Oleh karena itu, penguatan SDM dan tata kelola menjadi pondasi utama,” ujarnya.

Melalui raker bertema Unity Build Strength, Kementerian Koperasi berharap tercipta soliditas dan kesamaan langkah dalam mengawal agenda strategis nasional, sekaligus mempercepat terwujudnya koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat yang modern dan berdaya saing.

Bagikan