Viral Dua Gerai KDKMP Berdiri Berdampingan, Warganet Pertanyakan Efektivitas dan Penggunaan Anggaran Negara 

kabarkoperasi.id, Jakarta – Sebuah unggahan video dari akun Tiktok @maju.idn yang memperlihatkan dua bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berdiri berdampingan menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, dua gedung yang disebut telah selesai dibangun tampak hanya berjarak sangat dekat dan tinggal menunggu peresmian serta operasionalisasi. Walaupun tidak diberitahukan lokasi gerai tersebut, akan tetapi hal memicu kemarahan publik.

Dalam analisis tim redaksi kabarkoperasi.id, unggahan video tersebut memicu respon dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas pembangunan dua gerai yang lokasinya berdekatan, sementara sebagian lainnya menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan persaingan antargerai dan dinilai kurang efisien dari sisi penggunaan anggaran negara.

“Kalau jaraknya hanya beberapa meter, bagaimana pembagian konsumennya?” ujar salah satu pengguna TikTok.

Komentar lain menilai pembangunan dua gerai yang berdampingan berpotensi menyebabkan duplikasi fungsi pelayanan ekonomi desa yang seharusnya dapat dioptimalkan melalui satu fasilitas yang lebih besar dan terintegrasi.

Program Strategis Pemerintah

KDKMP merupakan program pemerintah yang ditujukan sebagai pusat layanan ekonomi desa terpadu. Gerai tersebut dirancang untuk menyediakan layanan sembako, distribusi logistik, simpan pinjam, apotek, hingga pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 gerai KDKMP secara nasional sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan dan untuk membuka lapangan kerja untuk masyarakat khususnya masyarakat desa.

Dibandingkan dengan Pola Ekspansi Ritel Modern

Kritik yang banyak muncul di media sosial membandingkan model pembangunan KDKMP dengan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, dalam praktik bisnis ritel modern, penentuan lokasi gerai biasanya dilakukan melalui analisis kepadatan penduduk, daya beli masyarakat, aksesibilitas, dan potensi pasar. Meskipun tidak terdapat aturan nasional yang mengatur jarak minimum antar gerai dalam satu jaringan, perusahaan ritel umumnya menghindari lokasi yang terlalu berdekatan apabila dinilai berpotensi saling memakan pasar.

Di sejumlah kawasan perkotaan memang ditemukan gerai Indomaret dan Alfamart yang berjarak puluhan meter, namun keduanya biasanya melayani area permukiman, lalu lintas kendaraan, dan segmen konsumen yang berbeda. Faktor tersebut menjadi dasar pertimbangan utama ekspansi ritel modern.

Tim redaksi kabarkoperasi.Id menilai kemunculan dua gerai KDKMP yang berdampingan telah menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas perencanaan lokasi dan efisiensi penggunaan negara. Kritik masyarakat tidak otomatis membuktikan bahwa program gagal, karena keberhasilan sebuah koperasi pada akhirnya ditentukan oleh operasional, tata kelola, dan manfaat ekonominya bagi warga desa.

Namun demikian, pemerintah perlu menjelaskan dasar perencanaan lokasi, fungsi masing-masing gerai, serta proyeksi manfaat ekonominya agar program KDKMP tidak dipersepsikan sekedar sebagai proyek  pembangunan fisik, melainkan benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa.

sumber: Tiktok/ @maju.idn (2026)

Bagikan