Kabarkoperasi.id, Jakarta – Pelaksanaan seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai sorotan setelah sejumlah peserta menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan ujian. Mulai dari dugaan gangguan sistem Computer Assisted Test (CAT), jawaban yang disebut berubah sendiri, hingga pelaksanaan tes di area lapangan terbuka saat hujan mengguyur lokasi kegiatan.
Hasil liputan tim redaksi kabarkoperasi.id, menemukan banyak Keluhan yang ramai diperbincangkan di media sosial dan grup komunikasi peserta. Banyak peserta berharap proses seleksi yang menjadi pintu masuk pengelolaan program strategis Koperasi Merah Putih dapat berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari kendala teknis yang berpotensi merugikan peserta.
Sejumlah peserta mengaku mengalami gangguan saat mengerjakan soal berbasis komputer. Mereka menyebut sistem berjalan lambat, pilihan jawaban tidak langsung tersimpan, bahkan terdapat dugaan jawaban yang telah dipilih berubah ketika peserta berpindah ke nomor soal berikutnya. Kondisi itu membuat peserta harus memeriksa ulang jawaban berkali-kali dan mengurangi waktu efektif pengerjaan ujian.
Selain persoalan sistem, peserta juga mengeluhkan perangkat komputer yang dinilai kurang optimal. Beberapa peserta mengaku mengalami kendala koneksi dan keterlambatan respons perangkat sehingga konsentrasi mereka terganggu selama proses seleksi berlangsung.
Tidak hanya masalah teknis, pelaksanaan seleksi di Lampung juga menjadi perhatian setelah sejumlah peserta mengaku mengikuti tahapan tes di area lapangan sepak bola terbuka. Saat hujan turun, peserta disebut tetap berada di lokasi tanpa perlindungan yang memadai sehingga banyak yang basah kuyup selama kegiatan berlangsung.
Beberapa peserta mengatakan pakaian, dokumen, dan perlengkapan pribadi yang dibawa ikut terkena hujan. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan peserta dan menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas yang disediakan panitia untuk mengantisipasi perubahan cuaca.
Peserta menilai seleksi dengan jumlah peserta yang besar seharusnya didukung sarana dan prasarana yang memadai, termasuk penyediaan area berteduh, sistem antrean yang tertata, serta fasilitas yang dapat menjaga kenyamanan selama proses seleksi berlangsung.
Keluhan yang muncul juga memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan seleksi KDKMP. Peserta berharap panitia dapat meninjau kembali sistem CAT yang digunakan, memastikan tidak ada gangguan yang memengaruhi hasil ujian, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan di lapangan.
Menurut peserta, hasil seleksi seharusnya benar-benar mencerminkan kompetensi dan kemampuan individu, bukan dipengaruhi oleh kendala teknis maupun faktor eksternal seperti cuaca dan keterbatasan fasilitas. Karena itu, mereka meminta adanya transparansi dan penjelasan resmi terkait berbagai kendala yang terjadi selama proses seleksi.
Polemik pelaksanaan tes ini menjadi perhatian publik karena program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah yang membutuhkan sumber daya manusia profesional untuk mengelola dan mengembangkan koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.
Peserta berharap kejadian serupa tidak terulang pada tahapan seleksi berikutnya. Mereka meminta adanya perbaikan sistem, peningkatan kualitas fasilitas, serta kesiapan panitia dalam mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara dalam mengikuti proses seleksi.


