Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hanya mencatat laba Koperasi Merah Putih bersih sekitar Rp78 ribu pada periode Juli hingga Desember 2025. Kinerja tersebut menjadi perhatian dalam rapat kerja pemerintah bersama Komisi VII DPR RI.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kinerja Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai belum bisa menjadi gambaran bagi seluruh koperasi dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Ferry, koperasi di Melawai memiliki kondisi yang berbeda dengan koperasi di wilayah perdesaan. Pengurus Melawai juga membangun koperasi secara mandiri. Sementara itu, Kementerian Koperasi masih fokus mengembangkan koperasi di tingkat desa.
“Yang di Melawai itu didirikan secara mandiri oleh pengurus,” ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Koperasi Perkotaan Hadapi Tantangan Berbeda
Ferry menjelaskan bahwa pemerintah belum memiliki model bisnis khusus untuk Koperasi Merah Putih di wilayah perkotaan. Kondisi ekonomi kota memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah desa.
Jakarta menjadi salah satu contoh daerah dengan kondisi tersebut. Masyarakat kota memiliki kebutuhan dan pola konsumsi yang berbeda. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan konsep usaha yang sesuai dengan kondisi perkotaan.
Selama ini, pemerintah lebih banyak mengembangkan infrastruktur koperasi di tingkat desa. Program tersebut mencakup pembangunan gudang dan gerai. Pemerintah juga menyediakan perlengkapan usaha dan membantu proses pembentukan badan hukum koperasi.
Namun, pemerintah belum menyelesaikan studi kelayakan untuk koperasi di tingkat kelurahan. Pemerintah juga masih mencari model usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota.
Laba Koperasi Melawai Masih Rendah
Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai mencatat laba bersih Rp78 ribu sepanjang Juli hingga Desember 2025. Pengurus menjelaskan bahwa koperasi masih berada pada tahap awal kegiatan usaha.
Pengurus juga harus mengalokasikan sebagian pendapatan untuk kebutuhan operasional. Kondisi tersebut membuat keuntungan koperasi masih sangat terbatas.
Selain persoalan omzet, koperasi menghadapi tantangan dalam menambah anggota. Pengurus masih perlu memperkenalkan koperasi kepada masyarakat sekitar.
Pengurus juga harus mendorong warga agar bergabung sebagai anggota. Semakin banyak anggota yang aktif, semakin besar peluang koperasi mengembangkan kegiatan usahanya.
Pemerintah Siapkan Prototipe Koperasi Kelurahan
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi akan menyiapkan prototipe Koperasi Merah Putih untuk wilayah perkotaan. Pemerintah akan menyusun model tersebut berdasarkan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat kota.
Surabaya menjadi salah satu daerah yang masuk dalam pertimbangan pemerintah untuk pengembangan prototipe koperasi kelurahan. Pemerintah berharap model tersebut dapat menjadi acuan bagi kota-kota besar lainnya.
Pemerintah juga perlu memetakan kebutuhan masyarakat sebelum mengembangkan koperasi kelurahan secara lebih luas. Langkah tersebut dapat membantu pengurus menentukan jenis usaha yang memiliki peluang pasar.
Koperasi Perlu Model Usaha yang Tepat
Laba Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai yang hanya mencapai Rp78 ribu menunjukkan tantangan pengembangan koperasi di wilayah perkotaan. Masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan koperasi meningkatkan pendapatan.
Koperasi juga membutuhkan perencanaan usaha yang sesuai dengan kondisi wilayah. Pengurus perlu memahami kebutuhan masyarakat dan potensi pasar di sekitar koperasi.
Pemerintah dapat memperkuat proses tersebut melalui studi kelayakan dan penyusunan model bisnis. Pengurus juga perlu meningkatkan jumlah anggota dan mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan koperasi.
Dengan strategi yang tepat, koperasi kelurahan tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif. Koperasi juga dapat berkembang menjadi wadah usaha yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumber: Tempo.co, 2026; detikFinance, 2026.


