UMKM Perempuan Didorong Naik Kelas, Menkop Perkuat Peran Koperasi Syariah sebagai Solusi Pembiayaan

Menkop Perkuat Peran Koperasi

kabarkoperasi.id, JakartaPelatihan Koperasi Syariah 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi syariah sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha perempuan yang tergabung dalam Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) untuk meningkatkan kapasitas usaha. Melalui koperasi, mereka dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono membuka Pelatihan Koperasi Syariah dan Bazar Koperasi 2026 di Jakarta pada Senin (3/8/2026). DPP WPMI bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi menggelar kegiatan tersebut. Program ini bertujuan memperkuat kelembagaan koperasi syariah sekaligus mempercepat pertumbuhan UMKM perempuan.

Menkop Menkop Perkuat Peran Koperasi dengan Permudah Pendirian Koperasi Syariah

Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah mempermudah proses legalitas koperasi syariah di lingkungan WPMI. Kebijakan ini membuka peluang bagi anggota untuk segera membentuk koperasi yang berbadan hukum.

Menurut Ferry, koperasi harus menjadi pusat pengembangan usaha. Koperasi juga harus membuka akses pembiayaan, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itu, pemerintah terus menyederhanakan berbagai proses administrasi.

Selain mempermudah legalitas, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendampingan. Langkah tersebut membantu koperasi berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Pelatihan Koperasi Syariah 2026 Tingkatkan Kompetensi UMKM

Pelatihan Koperasi Syariah 2026 membekali peserta dengan pengetahuan mengenai tata kelola koperasi syariah. Peserta juga mempelajari digitalisasi usaha, pengembangan kelembagaan, serta strategi memperluas pasar.

Tidak hanya itu, bazar koperasi memberi kesempatan kepada pelaku UMKM perempuan untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperluas relasi bisnis sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.

Pemerintah berharap pelatihan ini melahirkan koperasi syariah yang sehat, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Sejumlah Tokoh Hadir dalam Kegiatan

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menghadiri kegiatan tersebut bersama Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Henra Saragih. Ketua Umum DPP WPMI Endang Yopie Yanty Casidi juga hadir. Selain itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto ikut mendukung kegiatan tersebut.

Kehadiran para pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan koperasi syariah di Indonesia.

Pelatihan Koperasi Syariah 2026 Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah menargetkan Pelatihan Koperasi Syariah 2026 mampu memperkuat ekonomi kerakyatan. Pemerintah juga ingin mendorong lahirnya lebih banyak koperasi syariah yang profesional, sehat, dan modern.

Di sisi lain, WPMI memiliki peluang besar untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha. Koperasi dapat membantu anggota meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi. Langkah tersebut akan mempercepat pertumbuhan koperasi syariah sekaligus meningkatkan kontribusi UMKM perempuan terhadap perekonomian nasional.

Sumber: RRI Baubau, 2026.

Bagikan