Rampung 100 Persen, KDMP Bergas Kidul Dorong Stabilitas Harga dan Siap menjadi Pemasok Tunggal SPPG di wilayah Desa Bergas Kidul

kabarkoperasi.id, Jakarta – Kabar menggembirakan datang bagi penguatan ketahanan pangan lokal di Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan fisik Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, kini telah resmi rampung 100 persen. Rampungnya pembangunan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus mempertegas komitmen pemerintah desa dalam membangun sistem distribusi pangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Meliput dari beritajateng_tv Gedung KDMP tersebut direncanakan segera beroperasi penuh dalam waktu dekat. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang tidak hanya melayani kebutuhan konsumsi warga, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi para petani, peternak, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bergas Kidul.

Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, menegaskan bahwa selesainya pembangunan infrastruktur KDMP merupakan momentum strategis bagi masyarakat untuk semakin berdikari secara finansial. Ia menilai, koperasi ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi desa yang berbasis pada potensi dan kekuatan lokal.

“Kami ingin menumbuhkembangkan pemberdayaan masyarakat, perekonomian, dan kesejahteraan dalam bidang pertanian, peternakan, serta UMKM melalui KDMP,” ujar Heri Nugroho (04/02/26).

Lebih lanjut, KDMP Bergas Kidul mendapatkan peran strategis sebagai pemasok tunggal kebutuhan seluruh dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Desa Bergas Kidul. Skema ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan produksi pangan lokal dengan program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Melalui sistem tersebut, KDMP akan menyalurkan berbagai bahan baku segar seperti beras, sayuran, telur, daging, serta produk pangan lainnya yang dipasok langsung dari petani dan peternak desa.

Integrasi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini cukup panjang dan berbiaya tinggi. Dengan distribusi yang lebih singkat dan terkontrol, harga bahan pangan dapat menjadi lebih kompetitif sekaligus menjaga kualitas dan kesegaran produk hingga sampai ke tangan penerima manfaat program gizi. Selain itu, pola distribusi terpusat melalui koperasi juga memberikan kepastian pasar bagi para produsen lokal, sehingga pendapatan mereka lebih stabil dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada dukungan terhadap program SPPG, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok atau sembako dengan harga terjangkau bagi masyarakat umum. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa. Dengan sistem manajemen yang transparan dan berbasis gotong royong, koperasi diharapkan dapat menjadi institusi ekonomi yang sehat dan dipercaya masyarakat.

Dampak positif dari operasional KDMP diproyeksikan cukup luas. Selain meningkatkan pendapatan petani dan pelaku UMKM lokal, koperasi ini juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, baik dalam pengelolaan logistik, administrasi, distribusi, maupun pengolahan hasil pertanian dan peternakan. Secara tidak langsung, hal ini turut mendorong perputaran ekonomi di Desa Bergas Kidul agar semakin dinamis dan mandiri.

Dengan segera beroperasinya KDMP, Desa Bergas Kidul optimistis dapat menjadi desa percontohan dalam implementasi program ketahanan pangan berbasis komunitas. Model pengelolaan logistik mandiri yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat ini diharapkan mampu direplikasi di desa-desa lain, khususnya di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Ke depan, KDMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan, tetapi juga pusat inovasi ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.

sumber: tiktok.com/@beritajateng_tv (2026)

Bagikan