Menkop Tekankan Koperasi Pesantren Jadi “Kakak Asuh” Kopdes Merah Putih

kabarkoperasi.id, Jakarta – Dilansir dari website resmi Kemenkop,  Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi syariah nasional. Ia mendorong agar koperasi pesantren dapat bertransformasi menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan pada Symposium “Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership” yang diselenggarakan di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/1). Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku industri halal, akademisi, pengelola koperasi syariah, hingga perwakilan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Ferry, koperasi pesantren telah terbukti mampu mengelola unit usaha berskala besar, mulai dari sektor manufaktur, distribusi, hingga ritel modern. Keberhasilan tersebut, kata dia, harus dijadikan contoh dan sumber pembelajaran bagi koperasi desa yang masih berada pada tahap awal pengembangan.

“Kami ingin koperasi pesantren seperti Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri, dan Nurul Jadid, yang sudah berhasil mengelola pabrik, jaringan ritel, hingga distribusi skala besar, dapat menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih. Mereka bisa berbagi pengalaman, sistem manajemen, hingga tata kelola bisnis yang profesional,” ujar Ferry (23/01/26).

Fokus Kopdes Merah Putih

Ferry menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di desa dengan fokus pada berbagai sektor strategis, antara lain:

  • Distribusi barang kebutuhan pokok,
  • Pengelolaan apotek dan klinik desa,
  • Pengembangan lembaga keuangan mikro, serta
  • Penguatan rantai pasok produk lokal desa.

Dengan dukungan dan pendampingan koperasi pesantren, Ferry optimistis Kopdes Merah Putih dapat tumbuh lebih cepat, profesional, dan berkelanjutan.

Pembangunan Infrastruktur Fisik

Selain pendampingan manajemen, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih juga telah memasuki tahap signifikan. Pemerintah menargetkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti:

  • Gudang modern untuk penyimpanan barang kebutuhan pokok dan hasil produksi desa
  • Apotek dan klinik desa untuk meningkatkan akses layanan kesehatan
  • Lembaga keuangan mikro desa, serta
  • Kendaraan logistik untuk memperlancar distribusi barang.

“Dengan adanya gudang, apotek, klinik, dan lembaga keuangan mikro, koperasi desa akan menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus pelayanan dasar masyarakat. Ini penting untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan sosial di desa,” jelasnya 23/01/26).

Ferry menambahkan bahwa koperasi desa akan menjadi mata rantai terpendek dalam sistem distribusi barang, sehingga harga dapat lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat.

Ekonomi Syariah Harus Menjangkau Sektor Riil

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak boleh hanya terfokus pada sektor keuangan, tetapi harus menyentuh sektor riil agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Ekonomi syariah harus hadir di tengah masyarakat, memperkuat sektor riil, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan usaha kecil. Inilah esensi dari ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry turut menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator. Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia.

“Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ekonomi syariah Indonesia bisa naik kelas dan membangun ekosistem ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Ferry.

sumber: kop.do.id (2026)

Bagikan