Kemenkop Dorong Transformasi Koperasi Desa Melalui Magang di Enam Titik Strategis

kabarkoperasi.id, Jakarta — Program Magang Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi digelar sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas tata kelola para pengurus koperasi melalui pembelajaran langsung di lapangan.

Meliput dari akun resmi tiktok Kemenkop, Kementerian Koperasi menegaskan, program magang dirancang dan akan dilaksanakan secara berkala sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing koperasi desa di tengah dinamika ekonomi nasional. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung (learning by doing) di koperasi-koperasi yang telah terbukti berhasil mengelola usaha secara modern dan profesional.

Pada batch pertama, kegiatan magang dilaksanakan di enam koperasi rujukan, yakni Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat, Koppontren Al Ittifaq, Pesantren Husnul Khotimah, KUD Mino Saroyo, KAN Jabung, serta Koperasi Marindo Citra Bahari. Enam koperasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki sistem manajemen yang baik, unit usaha yang berkembang, serta model bisnis yang dapat direplikasi oleh koperasi desa lainnya.

Sebanyak 514 peserta yang merupakan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program ini. Selama magang, para peserta mempelajari manajemen organisasi, tata kelola keuangan, pengembangan unit usaha produktif, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi. Selain itu, peserta juga berdiskusi langsung dengan pengurus koperasi tuan rumah untuk memahami tantangan serta solusi yang diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi pondasi utama dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Selama ini kita sering berbicara soal permodalan, tetapi aspek SDM tidak kalah penting. Dengan magang ini, para pengurus dapat melihat langsung bagaimana koperasi yang berhasil menjalankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan anggota,” ujarnya (28/01/26).

Menurut Panel, program ini juga menjadi sarana memperluas jejaring antar koperasi sehingga terbuka peluang kerjasama usaha, kemitraan distribusi, maupun pengembangan produk bersama.

Sementara itu, Ketua KAN Jabung, Ahmad Taufik, menilai kegiatan magang membawa manfaat timbal balik, baik bagi peserta maupun koperasi penerima magang.

“Bagi kami, ini bukan sekadar menerima peserta, tetapi juga berbagi praktik baik yang telah kami jalankan. Kami berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi koperasi desa untuk mengembangkan potensi lokal secara maksimal,” katanya (28/01/26).

Ia menambahkan, penguatan kapasitas pengurus akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada anggota dan pertumbuhan usaha koperasi secara keseluruhan.

Program Magang Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih direncanakan akan dilaksanakan dalam beberapa gelombang berikutnya dengan cakupan lokasi yang lebih luas. Pemerintah berharap, melalui peningkatan kualitas SDM dan replikasi praktik terbaik dari koperasi-koperasi unggulan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

sumber: tiktok/@kemenkop (2026)

Bagikan