kabarkoperasi.id, Jakarta — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem wirausaha perempuan (womenpreneur) di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026, yang tahun ini mengusung tema “Empowering Womenpreneur” di Jakarta International Convention Center, Rabu (4/2).
Dalam pernyataan resminya, Ferry menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) siap memberikan dukungan konkret bagi pelaku usaha perempuan agar memiliki badan usaha yang formal, kuat, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi langkah penting agar womenpreneur tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun global.
“… dan kami di Kementerian Koperasi siap untuk membantu mendorong supaya womenpreneur ini bisa punya badan usaha dan kami, Kementerian Koperasi, siap mendukung koperasi-koperasi dari para womenpreneur ini,” ujar Ferry melalui video reels di akun Instagram resminya.
Ferry menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif nasional. Ia mengapresiasi produk-produk yang dipamerkan di Inacraft 2026, mulai dari kerajinan tangan tradisional, fesyen berbasis budaya lokal, hingga berbagai inovasi kreatif yang sebagian besar digagas dan diproduksi oleh pelaku usaha perempuan.
Menurutnya, perempuan tidak hanya menjaga warisan budaya bangsa melalui karya-karya kerajinan, tetapi juga mampu mengadaptasikannya dengan selera pasar modern. “Perempuan adalah pilar penting dalam ekonomi kreatif kita. Mereka menjaga tradisi, tetapi juga inovatif dalam membaca tren,” kata Ferry.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah kolektif bagi womenpreneur untuk memperkuat skala usaha. Melalui koperasi, pelaku usaha perempuan dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, pendampingan manajerial, hingga peluang memperluas jaringan pemasaran.
Penguatan koperasi womenpreneur, lanjut Ferry, juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif. Dengan model kelembagaan yang terorganisasi dan berbasis gotong royong, koperasi dinilai mampu meningkatkan posisi tawar perempuan dalam rantai pasok dan memperluas akses terhadap sumber daya produktif.
Momentum Inacraft 2026, menurutnya, perlu dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi sekaligus promosi potensi womenpreneur Indonesia. Ia berharap semakin banyak perempuan yang terdorong untuk membangun usaha secara mandiri, memiliki daya saing, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita ingin lebih banyak perempuan menjadi penggerak ekonomi rakyat. Negara hadir untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai,” ujarnya.
Dengan komitmen tersebut, Kemenkop optimistis ekosistem wirausaha perempuan akan semakin kokoh dan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis kreativitas dan kemandirian.
sumber: instagram/@ferry julianto (2026)


