Bukan Sekedar Koperasi, Ini Peran KDKMP di Balik Ekonomi Desa

kabarkoperasi.id, Kab. Tangerang – Pemerintah terus memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini menjadi salah satu strategi prioritas Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal, sehingga desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama penggerak ekonomi.

Melansir dari kompas.id, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi harus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk digitalisasi dan integrasi rantai pasok. Menurutnya, KDKMP hadir sebagai wadah kolaborasi usaha masyarakat desa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga aktivitas ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem usaha.

“Melalui KDKMP, koperasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi pusat produksi, distribusi, dan pemasaran. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ferry saat menghadiri kegiatan penguatan koperasi di Kabupaten Tangerang (18/07/25).

Secara konsep, KDKMP dirancang sebagai koperasi multipihak yang melibatkan berbagai unsur ekonomi desa seperti petani, pelaku UMKM, BUMDes, pesantren, kelompok perempuan produktif, hingga pelaku usaha lokal lainnya. Model kolaboratif ini memungkinkan koperasi mengelola potensi unggulan desa—mulai dari sektor pangan, kerajinan, perdagangan, hingga jasa—sehingga mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas akses pasar bagi produk lokal.

Pemerintah menargetkan KDKMP menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Selain membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, koperasi ini juga diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, menekan biaya logistik, serta meningkatkan posisi tawar produsen lokal terhadap pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.

“KDKMP menjadi solusi agar perputaran ekonomi tidak keluar dari desa, tetapi berputar dan berkembang di dalam wilayah itu sendiri,” kata Ferry (18/07/25).

Di Kabupaten Tangerang, sejumlah desa telah mulai diproyeksikan untuk mengembangkan koperasi berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya pada sektor pangan dan perdagangan. Pemerintah daerah menyambut positif program ini karena dinilai sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi berbasis potensi wilayah serta penguatan ekonomi masyarakat akar rumput.

Ke depan, pengembangan KDKMP akan diperkuat melalui pendampingan manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan yang lebih luas, serta dukungan sistem digital terintegrasi agar pengelolaan koperasi semakin transparan, akuntabel, dan profesional. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, KDKMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

sumber: kopas.id, 2025

Bagikan