kabarkoperasi.id, Jakarta — Pemerintah memasuki fase baru dalam penguatan ekonomi desa melalui percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Sebanyak 27.191 unit koperasi ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, seiring dengan rampungnya pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya di berbagai daerah.
Meliput dari radarsurabaya.com Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa kesiapan fisik menjadi prioritas agar koperasi dapat segera berjalan secara optimal.
“Insyaallah pada Maret atau paling lambat April, bangunan fisik, gudang, serta perlengkapan pendukungnya sudah selesai dan siap operasional,” ujarnya (24/01/26).
Pernyataan tersebut menandai dimulainya tahap awal operasional koperasi desa secara nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bukan Sekadar Infrastruktur
Pemerintah menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sistem tata kelola juga menjadi perhatian utama. Pengurus dan pengelola koperasi dipersiapkan untuk menjalankan operasional secara profesional dengan dukungan sistem digital guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk koperasi modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki sistem administrasi dan keuangan yang tertata.
Tahap Awal Menuju 80 Ribu Koperasi
Operasional 27 ribu koperasi ini menjadi tahap uji coba sebelum ekspansi secara nasional. Pemerintah menargetkan sebanyak 80.000 Kopdes Merah Putih aktif beroperasi hingga akhir 2026, sesuai arahan Presiden untuk memperkuat struktur ekonomi dari tingkat desa.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang bertujuan memperluas lapangan kerja, memperpendek rantai distribusi, dan memperkuat daya saing produk lokal.
Desa sebagai Pusat Ekonomi
Dengan tersedianya gerai, gudang, serta layanan usaha yang terintegrasi, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari tingkat paling dasar. Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Langkah besar tersebut menandai dimulainya penguatan ekonomi nasional dari desa. Pemerintah optimistis, melalui koperasi yang aktif dan profesional, desa dapat menjadi fondasi ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.
sumber: radarsurabayabisnis.com (2026)


